Bahaya Bakteri dikuku Panjang

20 Mar

banyak orang yang suka memelihara kukunya sampai panjang,sebenaranya bahaya nggak sih kuku panjang itu????????oke,dari pada penasaran mending simak aja ni

Hati hati sahabat , kuku panjang bisa juga berbahaya buat kamu.
Banyak yang memelihara kuku panjang, dari mulai yang muda hingga yang tua. Padahal kuku panjang tidak hanya menjadi sarang telur cacing, banyak penyakit lain yang timbul akibat tidak menjaga kebersihan kuku. Bagaimana merawatnya?

Kuku, seperti halnya tangan dan kaki, merupakan hal penting bagi semua orang apalagi balita . Biasanya anak anak akan menggunakannya untuk bermain dan bereksplorasi dengan berbagai macam benda. Bila panjang dan tidak bersih, banyak bibit penyakit mudah bersarang di kuku. Apalagi sebagian balita mempunyai kebiasaan menghisap jari atau menggigiti kuku, begitu juga untuk orang dewasa yang punya kebiasaan yang terbawa sampai dewasa.

Menurut Boni E. Elewski, MD., seorang professor dermatology di Universitas Alabama, Birmingham (UAB), kuku sebenarnya terdiri dari beberapa lapisan mengkilat yang terbuat dari protein (disebut keratin). Masing-masing kuku terdiri dari beberapa bagian, seperti Nail Plate (lapisan terluar), Nail folds (lapisan kulit yang membungkus tiga permukaan kuku).

Lapisan kuku selanjutnya adalah Nail Bed (kulit tipis di bawah plate), Cuticle (lapisan tipis yang menutupi permukaan plate di lingkaran dasar kuku), Matrix (area dibawah cuticle, tempat kuku tumbuh) serta Lunula (rona keputihan berbentuk setengah lingkaran yang kerap terlihat di dasar kuku).

Umumnya kuku akan tumbuh 1-10 inci tiap bulannya, namun pada tangan yang lebih dominan, kuku akan tumbuh lebih cepat lagi. Begitu pula pada saat musim panas. Berdasarkan fungsinya, kuku merupakan pelindung kulit dan filter (penyaring) dari aneka kotoran yang menyelip di bawahnya. Karena sebagai filter inilah, tak heran kuku pun bisa jadi ’sarang penyakit’.

Meski tangan sudah dicuci, bila kurang bersih akan beresiko masuk ke dalam tubuh ataupun terjadinya infeksi.Pada usia balita sahabat sola harus memberi perhatian lebih, “Bisa dibilang kuku adalah gudangnya penyakit pada anak balita,” ungkap Dr. Hingky Hindra Irawan Satari, Sp.A., MTroPaed. “Cacingan merupakan penyakit yang paling sering disebabkan oleh kuku yang panjang dan kotor.”

Telur-telur cacing, papar dokter spesialis anak di RSUPN Cipto Mangunkusumo, Jakarta ini, biasanya sering terdapat pada tanah. Tanah yang mengandung telur ini, bisa tanpa sadar bersarang di kuku si kecil yang panjang saat bermain. “Selain itu, kuku yang panjang pun bisa mengakibatkan timbulnya infeksi pada kulit.”

Masuknya Cacing Gelang

cacingan merupakan penyakit yang paling umum terjadi bila orangtua tidak rajin memotong kuku buah hatinya. Cacingan yang dialami, biasanya disebut askariasis yang diakibatkan oleh cacing gelang atau Ascaris lumbricoides. Cacing yang tubuhnya berwarna putih kemerahan dan berukuran sekitar 20-30 cm ini, biasanya ditemui di tanah.

Tanah yang mengandung telur larva cacing gelang akan masuk ke dalam tubuh bila tangan si kecil yang kurang bersih memegang makanan atau memasukkan tangannya ke mulut. Selanjutnya, telur-telur ini kemudian menetas dan larvanya menembus dinding usus dan masuk dalam aliran darah di pembuluh balik (yang menuju paru-paru).

Cacing gelang merupakan jenis parasit. Sebagai parasit ia merampas makanan yang masuk ke dalam usus manusia, seperti protein dan karbohidrat. Padahal zat-zat makanan tersebut sangat dibutuhkan untuk pertumbuhan anak. Itu sebabnya, jika penyakit cacingan diderita anak, pertumbuhan mereka dapat terganggu.

Bila si kecil menderita cacing gelang berat, ia bukan saja kurus kering tapi si cacing juga bisa masuk ke dalam lambung, usus buntu dan paru-paru. Bila jumlahnya sudah terlalu banyak, lambung maupun paru-paru si kecil akan tersumbat oleh cacing dan menyebabkan ia menderita komplikasi saluran empedu seperti sakit kuning dan juga radang paru. Syukurlah, menurut Hindra, jarang ada anak yang menderita cacing gelang berat.

Infeksi kuku



Paronychia, merupakan infeksi kulit yang umumnya disebabkan jamur maupun bakteri disekitar kuku. Gejalanya bisa berupa bengkak atau gatal kemerahan yang terjadi secara tiba-tiba. Bila tak ditangani dengan segera, gejala ini akan bisa berlangsung lama (akut) dan areanya bisa meluas, tapi ada juga yang bisa hilang dengan sendirinya.

Infeksi ringan, sebenarnya bisa dengan mudah ditangani sendiri. Caranya pun mudah, bisa dengan memberikan lotion anti jamur. “Penting untuk diingat, bila memang terlihat tanda-tanda adanya luka pada bagian kuku, sebaiknya segeralah memberikan obat antiseptik,” tegasnya. Sebab tumbuhnya kuku sangat lambat, sehingga bila ada luka pun akan membutuhkan waktu lama penyembuhannya. Bahkan bisa berbulan-bulan.

Infeksi jamur lainnya yang bisa terjadi akibat trauma pada kuku, adalah infeksi onychomycosis). Infeksi ini biasanya diawali dengan warna putih atau kuning yang terlihat di bawah lapisan kuku. Begitu jamur menyebar lebih dalam pada kuku, akan menyebabkan kuku menjadi berubah warna, menebal dan tepian kuku perlahan menjadi hancur. “Lama kelamaan kuku si kecil akan terasa sangat sakit,” ungkap Elewski.

Berbeda dengan infeksi Paronychia, bila kuku sudah berubah warna akibat infeksi Onychomycosis, akan sangat sulit untuk diobati. Bahkan bila dibiarkan berlarut-larut, kuku akan lepas dengan sendirinya dari kulit. “Karena itu selain rajin memotong kuku si kecil, sebaiknya orangtua juga memperhatikan kebersihan kuku dan sepatu atau kaus kaki si kecil, agar terhindar dari infeksi,” sarannya lagi.

huaaaa aku jadi takut :(( parah sekaliiiii

makanya rajin2 bersihin kuku yaaa

Iklan

(PIC)Funny SHINee

20 Mar

aku kembali!setelah berabad-abad kita tak bertemu!*lebay.aku kangen sekalai sama blog sayya satu ini….mumpung ada libur satu minggu heheh….

Oh,ya tadi aku browsing di om google nemu pic2 yang aneh!dijamin ngakak deh :p

onew:”gua laper!!!!!!!!!”

huaaa!arwah jjong ~0~

 

nah,dijamin pic yang ini bikin ngakak deh!

omo!key!*guling2 dilantai*

yang satu ini juga nggak kalah lucunya! Baca lebih lanjut

Oops!bahaya menahan kentut!

27 Des

hayooo ngaku…sapa yg suka ngentut??????? XD HAHAHAHAHa

sebagian orang mikir klo kentut itu hal yang tidak sopan maka dari itu banyak orang yang memilih menahannya…..itu jga yang sering aku lakukan*ops!

tapi tau nggak bahaya klo sampe kita nahan kentut lama(?) Baca lebih lanjut

blaBlaBlah(?)

17 Okt

aku cemburu…aku sungguh-sungguh cemburu  *Lebay

kenapa aku cemburu?!

ya karena sesuatu……..

karenaa……

ini…..

Baca lebih lanjut

[CurCol]curhat Colongan

1 Okt

maaf ya……aq jarang nge-post sekarang T______T…………soalnya,ku sering kecape`an…..

Baca lebih lanjut

band indo yang bikin malaysia,jepang, Korea,singapura terpesona

26 Sep

band ini mungkin belum banyak yang mengenalnya…..tapi,mereka sudah terkenal di luar negeri…
siapa mereka?

mocca!!!!

ya….band ini yang bikin bangga indonesia…

Mocca adalah kelompok musik indie asal Bandung. Grup ini beranggotakan Arina Ephipania (vokal dan flute), Riko Prayitno (gitar), Achmad Pratama / Toma (bass), dan Indra Massad (drum).

Awal berdiri

Pada mulanya Arina dan Riko merupakan teman satu kampus. Mereka tergabung dalam sebuah band kampus tahun 1997-an. Karena tidak cocok dengan anggota yang lain, Arina dan Riko pun sepakat mendirikan “Mocca”. Dua tahun kemudian mereka bertemu dengan Indra dan Toma. Indra dan Toma merupakan teman satu kampus, mereka belajar desain produk di Institut Teknologi Nasional, Bandung dan masuk ke Mocca pada waktu yang sama. Mocca pertama kali mucul dalam kompilasi Delicatessen (2002) dengan lagunya Secret Admirer, dan langsung merebut hati penggemar.

Perjalanan karier

Satu tahun kemudian mereka mengeluarkan debut album mereka “My Diary” (2003) dengan label indie “FFWD”. Album ini meldak di pasaran. Lagu-lagu seperti “Secret Admirer” dan “Me and My Boyfriend” menjadi hits di mana-mana. Video klip “Me and My Boyfriend” mendapat penghargaan sebagai “best video of the year” versi MTV Penghargan Musik Indonesia 2003.

Bahkan mereka menandatangani kontrak dengan salah satu indie records di Jepang, Excellent Records, untuk mengisi satu lagu dalam album yang format rilisannya adalah kompilasi book set (3 Set) yang berjudul “Pop Renaisance”. Ada 3 disc yang diedarkan di Jepang dan Mocca berada di disc no. 2 dengan lagu “Twist Me Arround”.

Lagu-lagu Mocca sendiri menggunakan bahasa Inggris dengan alasan memudahkan penulisan syair serta kesesuaian dengan warna lagu pop dengan sentuhan swing jazz, twee pop, dan suasana ala 60-an.

Mocca kembali merilis album kedua mereka tahun 2005 bertajuk “Friends” masih dibawah label indie, Fast Forward Record. Dalam album ini Mocca tidak tampil sendirian. Mereka menggaet dua musisi andal untuk memperkaya musik mereka. Dari dalam negeri, mereka menghadirkan Bob Tutupoli untuk mengisi suara dalam lagu “This Conversation” dan lagu yang khusus dibuat untuknya, “Swing It Bob”. Mereka juga berduet dengan musisi asal Swedia, Club 8. Bersama duo asal Swedia ini, Johan dan Karolina Komstedt, Mocca membawakan lagu “I Would Never”.

Karier Mocca semakin menanjak. Tak hanya di dalam negeri, mereka mengembangkan sayap ke Asia. Singapura, Malaysia, Thailand, dan Jepang telah menikmati album mereka. Pada tahu 2005, Mocca menggelar konser di Singapura

Mocca juga terlibat dalam pembuatan lagu soundtrack. Kuartet ini pernah mengerjakan soundtrack film “Catatan Akhir Sekolah” karya Hanung Bramantyo dan soundtrack sinetron TV “Fairish the Series”.

Mocca juga membuat sebuah mini album berisi 6 lagu, 2 di antaranya berbahasa Indonesia. Mini album ini sebelumnya berjudul “Sunday Afternoon”, tapi dirilis dengan judul “Untuk Rena”. Mocca terinspirasi naskah cerita film anak-anak berjudul “Untuk Rena”. Mocca tak hanya mendapat inspirasi. Mereka juga mendapat kesempatan untuk memasukkan “Happy!” dan “Sebelum Kau Tidur” sebagai soundtrack film garapan Riri Riza itu.

Tahun 2007, Mocca mengeluarkan album ketiga mereka, “Colours”. Album ini memuat materi baru, termasuk 2 cover song yaitu “Hyperballad” (Bjork) dan “Sing” (The Carpenters) serta sebuah kolaborasi dengan Pelle Carlberg (Edson) yang kemarin sempat menjadi tamu di LA Light IndieFest, dalam lagu “Let Me Go”.

official site::mymocca.com

23 Sep

Comment Back Myspace Comments
MyNiceProfile.com