My Best Friend is My Boy Friend?

9 Sep

Belakangan ini melsa sangat sibuk dengan urusan sekolah.karena guru matematika yang terbilang sangat galak di D.C sill Junior High school sedang mengejarnya dan memantau aktifitasnya.

Melsa yang akrab dipanggil Mel’s adalah murid bandel yang selalu bikin onar,ia pernah menaruh permen karet di kursi guru dan merobek celana temannya

Namun keadaan semakin membaik setelah semua ditangani oleh

Kevin,ketua kelas sembilan yang sangat tegas dan pintar,Melsa tak asing lagi bagi Kevin karena Mel’s adalah teman dekatnya…rumah

mereka bersebelahan,bahkan kamarnya-pun berhadapan

entah mengapa setiap perkataan Kevin selalu diingat dan

dipahaminya,(apa dia begitu yakin dengan ssi ketua kelas itu?)

jika mels terus berbuat onar,kevin akan mengancam mel’s agar ibunya dipanggil(asal kamu tau,ibu mel’s sangat jahat)

* * * *

Melsa yang saat itu sedang berlari di sepanjang corridor karena kejaran guru matematika,sukses menabrak seorang pemuda yang

membawa tumpukan buku,alhasil semua buku yang dibawa pemuda berbadan tegap dan kulit putihnya itu-pun segera mengambil

satu-persatu bukunya,Melsa yang ikut terjatuh segera membantunya

dan tanpa sengaja,tangan mereka saling bersentuhan,spontan

mereka-pun saling bertatap mata…

“Kevin?!oh!maafkan aku!!aku tidak sengaja!”

“jangan kawatir,aku tau kamu pasti dikejar lagi sama  guru matematika itu?”jawab Kevin dengan mata sipitnya.

“eee..eee..ya,seperti yang kau lihat,mereka terus mengejarku!”

“oh,ya……habis ini kamu mau kemana?”tanya melsa

“ke perpustakaan,mau ikut?”

“oh~dengan senang hati :)tapi setelah itu kita ke kantin ya?”

“Oc”

————–

Diperpustakaan Melsa hanya terdiam sembari melihat tumpukan-tumpukan buku tebal didepanya..

“hah?benarkah kamu meminjam semua buku ini untuk 1 hari saja?”

“ya,ada yang aneh?”

“No!huh!untuk apa kau baca buku ini?”

“untuk bekal-ku nanti saatku di australia”ujar kevin

“what?!a.aa..a AUSTRALIA?kamu mau sekolah disana?”

belum sempat menjawab Kevi n melihat jam,

dinding yang menunjukan pukul 08.30..

“Yuk!Mel’s!kita ke kantin!waktu tinggak sedikit lagi..”

Kevin segera menarik tangan Melsa dan segera meninggalkan perpustakaan..

sementara itu Mel’s masih penasaran…jika iya,mungkin selamanya ia tak’kan pernah melihat senyum Kevin lagi…

-bersambung-

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: